ROTE NDAO, KSD
Proyek pekerjaan pengembangan fasilitas pelabuhan Dermaga Pepela, di
Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, yang
dikerjakan oleh PT Tri Sama Sakti Kontraktor dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,738.000
000 tahun anggaran 2012, yang bersumber dari dana APBN sudah mulai dikerjakan
dan berjalan hampir tiga bulan yang lalu.
Pekerjaan fasilitas pelabuhan kali ini meliputi perpanjangan areal dermaga
sepanjang 35 meter ke sisi darat, ditambah penumpukan perkerasan.
Hal tersebut disampaikan Administratur Pelabuhan (ADPEL) Baa, Kabupaten Rote Ndao, Usman Husin, SE, ketika ditemui wartawan beberapa pekan lalu di ruang kerjanya.
Usman mengatakan, pekerjaan pengembangan fisik fasilitas Pelabuhan Pepela tahun
ini meliputi pekerjaan areal perpanjangan dermaga sepanjang 35 meter, serta
pekerjaan penumpukan perkerasan.
“Saat ini sudah dalam pelaksanaan. Sebab sesuai kontrak akan dikerjakan
selama 10 bulan berjalan dan sangat diharapkan akan selesai tepat pada waktunya.
Kami sangat bersyukur, karena dari tahun ketahun dermaga Pelabuhan Pepela terus
mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat, sehingga terus dikembangkan,”
ungkapnya.
Usman sangat berharap, ke depan Pelabuhan Pepela akan menjadi sempurna seperti pelabuhan
yang sudah ada sebelumnya di beberapa kabupaten lain. Ditambahkan Usman,
pengembangan fasilitas Pelabuhan Papela sangat penting, sehingga ke depan kapal-kapal
perintis sudah dapat masuk dengan lancar.
“Saya berkeinginan agar kapal kargo juga dapat menyinggahi Pelabuhan Pepela, sehingga para pengusaha
yang ada di Kabupaten Rote Ndao, tidak perlu lagi harus ke Kota Kupang untuk
membelinya, sebab sudah ada kapal yang mengantar langsung ke Pelabuhan papela,” harap Usman.
Menurut Usman, sebagai putra asli daerah, dirinya juga berharap jika
kemudian nanti Pelabuhan Pepela menjadi besar. “Sebab, jika hal itu sudah
terlaksana, maka secara otomatis lintasan laut menuju Pelabuhan Papela juga akan menjadi lancar. Dengan sendiri
pertumbuhan khususnya di sektor ekonomi juga akan meningkat,” ungkapnya.
Selain itu, kata Usman, pihaknya juga tengah berusaha agar Pemerintah Pusat
dapat terus mengembangkan Pelabuhan Pepela. Salah satu program yang kini tengah
dirancang adalah, menyuling air asin menjadi air tawar, sehingga masyarakat
sekitar juga dapat terbantu.
“Jika disetujui, maka kemungkinan tahun depan akan dianggarkan. Sebab, ke depan
Pelabuhan Papela akan menjadi salah satu pendongkrak
sektor perekonomian. Karena jika dilihat dari jarak tempuh Pelabuhan Papela sangat dekat dengan Kota Kupang, apalagi
jika memasuki Musim Barat, satu-satunya pelabuhan yang dapat disinggahi kapal penumpang
hanyalah Pelabuhan Papela, karena dermaga tersebut berada di dalam
teluk, sehingga terhindar dari hantaman gelombang yang besar bahkan tidak
mempengaruhi aktifitas pelayaran,” kata Usman. (tonifani/alleks)