Wartawan
Diancam Dibunuh,
Diduga Terkait
Pemberitaan
Jakarta-KSD.
Tindak kekerasan terhadap profesi wartawan tampaknya masih
mewarnai negeri ini,Gara-gara pemberitaan,nyawa seorang wartawan pun
sering terancam.Sebut saja Berman Nainggolan,wartawan Internasional Media,gara-gara
pemberitaan ia pun mendapat terror dan diancam akan dihabisi dengan samurai.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan pada
Kamis (5/1) lalu.Sesuai dengan laporan polisi nomor LP/18/K/I/2012/PMJ/Res
Jaksel,disebutkan,sekitar tanggal 2 Januari dan 3Januari,Berman menerima
telepon dan SMS dari seorang yang mengaku nama Asep.Dalam telepon
tersebut,orang yang bernama Asep membentak-bentak Berman dan mengancam akan
menghabisinya.
“Berman,kalo luh
laki-laki,gua Asep,ketemu gua besok.Gua siapin samurai dua,tinggal siapa yang
mujur…”.Demikian
bunyi sms ancaman dari orang yang mengaku bernama Asep.
Tentu saja akibat ancaman itu membuat Berman merasa terganggu
dan tidak tenang karena merasa tidak tenang.
Menurut pengakuan Berman,selama ini dirinya tidak pernah
bertengkar dengan siapapun apalagi punya musuh.Tapi karena yang mengirim SMS
itu mengaku bernama Asep,ia menduga orang yang mengirim SMS ancaman itu adalah
Muhammad Nur Jamin.
”Mungkin ini ada kaitannya dengan pemberitaan terkait proses
lelang di Setko Pemkot Jakarta Selatan,beberapa bulan lalu,”ujar
Berman,Minggu(8/1).
Sebagai informasi,Berman Nainggolan memang pernah menyoroti
dugaan adanya kecurangan dalam proses tender di Setko Jaksel tahun anggaran
2011 lalu.Dimana proses tender pembangunan enam kantor kelurahan dan satu
kantor kecamatan diduga ada kecurangan.Dugaan penyimpangan ini pun sudah
dilaporkan Berman ke Komisi Pemberantasan Korupsi .
“Saya menduga ancaman yang saya terima ada kaitannya dengan
proses tender tersebut.Saya berharap polisi dapat mengungkap orang yang menebar
terror itu dan sekaligus jugamengusut tuntas dugaan kecurangan pada pelaksanaan
lelang etko JakSel 2011,” ujar Berman berharap.
Selain melapor ke polisi,ancaman pembunuhan itu sudah dilaporkan
Berman kepada Walikota Jakarta Selatan.Diharapkan,Walikota Jaksel menindak
lanjuti dan mengusut kasus tersebut.Sebab bila hal itu dibiarkan maka menjadi
presiden buruk bagi Pemkot Jaksel.