Selasa, 10 Januari 2012


Wartawan
Diancam Dibunuh,
Diduga Terkait Pemberitaan
Jakarta-KSD.
Tindak kekerasan terhadap profesi wartawan tampaknya masih mewarnai negeri ini,Gara-gara pemberitaan,nyawa seorang wartawan pun sering terancam.Sebut saja Berman Nainggolan,wartawan Internasional Media,gara-gara pemberitaan ia pun mendapat terror dan diancam akan dihabisi dengan samurai.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan pada Kamis (5/1) lalu.Sesuai dengan laporan polisi nomor LP/18/K/I/2012/PMJ/Res Jaksel,disebutkan,sekitar tanggal 2 Januari dan 3Januari,Berman menerima telepon dan SMS dari seorang yang mengaku nama Asep.Dalam telepon tersebut,orang yang bernama Asep membentak-bentak Berman dan mengancam akan menghabisinya.
“Berman,kalo luh laki-laki,gua Asep,ketemu gua besok.Gua siapin samurai dua,tinggal siapa yang mujur…”.Demikian bunyi sms ancaman dari orang yang mengaku bernama Asep.
Tentu saja akibat ancaman itu membuat Berman merasa terganggu dan tidak tenang karena merasa tidak tenang.
Menurut pengakuan Berman,selama ini dirinya tidak pernah bertengkar dengan siapapun apalagi punya musuh.Tapi karena yang mengirim SMS itu mengaku bernama Asep,ia menduga orang yang mengirim SMS ancaman itu adalah Muhammad Nur Jamin.
”Mungkin ini ada kaitannya dengan pemberitaan terkait proses lelang di Setko Pemkot Jakarta Selatan,beberapa bulan lalu,”ujar Berman,Minggu(8/1).
Sebagai informasi,Berman Nainggolan memang pernah menyoroti dugaan adanya kecurangan dalam proses tender di Setko Jaksel tahun anggaran 2011 lalu.Dimana proses tender pembangunan enam kantor kelurahan dan satu kantor kecamatan diduga ada kecurangan.Dugaan penyimpangan ini pun sudah dilaporkan Berman ke Komisi Pemberantasan Korupsi .
“Saya menduga ancaman yang saya terima ada kaitannya dengan proses tender tersebut.Saya berharap polisi dapat mengungkap orang yang menebar terror itu dan sekaligus jugamengusut tuntas dugaan kecurangan pada pelaksanaan lelang etko JakSel 2011,” ujar Berman berharap.
Selain melapor ke polisi,ancaman pembunuhan itu sudah dilaporkan Berman kepada Walikota Jakarta Selatan.Diharapkan,Walikota Jaksel menindak lanjuti dan mengusut kasus tersebut.Sebab bila hal itu dibiarkan maka menjadi presiden buruk bagi Pemkot Jaksel.

Pengikut