Jumat, 01 Juni 2012
KORAN SUARA DERAS: Kab Karimun Juara Umum MTQ IV Prov Riau
Kab Karimun Juara Umum MTQ IV Prov Riau
KEPRI, KSD
Kabupaten Karimun kembali keluar sebagai juara umum dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke IV tingkat Propinsi Kepri 2012, yang berlangsung di di Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan.
Sementara itu, Kabupaten Bintan yang bertindak sebagai tuan rumah keluar sebagai juara II, dan Juara III diraih Kota Batam, juara 4 untuk Kota Tanjungpinang, juara 5 untuk Kabupaten Lingga, juara 6 Kabupaten Kepulauan Anambas, dan terakhir untuk Kabupaten Natuna.
Pengumuman para pemenang lomba MTQ tersebut langsung dibacakan oleh Ketua Dewan Hakim MTQ, Said Agil Husin Almunawwar, MA yang juga Ketua LPTQ tingkat nasional pada saat penutupan MTQ IV Provinsi Kepri.
Dengan pengumuman para pemenang lomba MTQ tersebut maka berakhirlah acara MTQ ke IV Provinsi Kepri di Bintan yang langsung ditutup secara resmi oleh Gubernur Kepri, HM.Sani, dengan didampingi Bupati Bintan, Ansar Ahmad, SE, MM, serta sejumlah kepala daerah kabupaten dan kota se-Provinsi Kepri.
Pada saat acara penutupan, HM. Sani mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Bintan, Ansar Ahmad berserta jajarannya, yang telah menyelenggarakan MTQ ke-IV dengan sukses dan lancar.
“Terimakasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Bupati Bintan dan jajarannya, serta dewan hakim yang telah bekerja dengan keras dan melakukan pembinaan dengan baik. Sukses buat Kabupaten Bintan yang telah berhasil menyelenggarakan MTQ, baik dalam pelaksanaan acara pembukaan, acara pertandingan dan telah memperoleh kemenangan sebagai juara II pada malam ini,” ujarnya.
Tak lupa HM Sani juga menyampaikan selamat kepada Kabupaten Karimun yang telah berhasil memperoleh gelar juara umum pada ajang MTQ tahun ini. Sebelumnya pada MTQ 2 tahun yang lalu, Kabupaten Karimun juga berhasil mendapatkan prestasi yang sama.
HM Sani berharap, kemenangan yang diraih Kabupaten Karimun sebagai juara umum dapat mewarnai kehidupan masyarakat dengan Qur’ani. Dengan pelaksanaan MTQ ini, setiap 2 tahun sekali, Gubernur Kepri berharap masyarakat Kepri dalam memahami dan mengimplementasikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, agar selamat di dunia dan akhirat.
Sementara itu, Bupati Bintan, Ansar Ahmad yang bertindak sebagai panitia MTQ, juga mengungkapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya terhadap semua pihak yang telah mendukung penyelenggarakan MTQ sejak tanggal 13 Mei hingga 21 Mei 2012.
Dalam esempatan tersebut, Ansar Ahmad juga melaporkan kepada Gubernur HM Sani, bahwa semua peserta pertandingan dari awal sampai akhir pertandingan dalam kondisi yang sehat wal’afiat. “Tadi pagi, Khafilah dan Dewan Hakim baru saja melaksanakan paket wisata ke Lagoi, dimana event ini bertujuan untuk memperkenalkan Bintan lebih luas lagi,” katanya.
Ansar Ahmad juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bintan yang telah meramaikan Bazar dan MTQ, dan pelaksanaan lomba Lasqi yang telah berlangsung pada pagi hari menjelang penutupan malam harinya.
“Semoga lomba MTQ ini dapat menghasilkan dan meningkatkan kualitas qori-qoriah, hafiz-hafizah yang memahami Al-Quran. Dan semoga Provinsi Kepri dapat memperoleh prestasi terbaik di Ambon nanti,” harap Ansar Ahmad. (edios)
KORAN SUARA DERAS: Kab Karimun Juara Umum MTQ IV Prov Riau
Kamis, 31 Mei 2012
Kab Karimun Juara Umum MTQ IV Prov Riau
KEPRI, KSD
Kabupaten Karimun kembali keluar sebagai juara umum dalam ajang
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke IV tingkat Propinsi Kepri 2012, yang
berlangsung di di Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan.
Sementara itu, Kabupaten Bintan yang bertindak sebagai tuan rumah
keluar sebagai juara II, dan Juara III diraih Kota Batam, juara 4 untuk Kota
Tanjungpinang, juara 5 untuk Kabupaten Lingga, juara 6 Kabupaten Kepulauan
Anambas, dan terakhir untuk Kabupaten Natuna.
Pengumuman para pemenang lomba
MTQ tersebut langsung dibacakan oleh Ketua Dewan Hakim MTQ, Said Agil Husin
Almunawwar, MA yang juga Ketua LPTQ tingkat nasional pada saat penutupan MTQ IV
Provinsi Kepri.
Dengan pengumuman para pemenang
lomba MTQ tersebut maka berakhirlah acara MTQ ke IV Provinsi Kepri di Bintan
yang langsung ditutup secara resmi oleh Gubernur Kepri, HM.Sani, dengan didampingi
Bupati Bintan, Ansar Ahmad, SE, MM, serta sejumlah kepala daerah kabupaten dan kota
se-Provinsi Kepri.
Pada saat acara penutupan, HM. Sani
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Bintan, Ansar
Ahmad berserta jajarannya, yang telah menyelenggarakan MTQ ke-IV dengan sukses
dan lancar.
“Terimakasih yang
sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Bupati Bintan dan jajarannya, serta dewan hakim
yang telah bekerja dengan keras dan melakukan pembinaan dengan baik. Sukses
buat Kabupaten Bintan yang telah berhasil menyelenggarakan MTQ, baik dalam
pelaksanaan acara pembukaan, acara pertandingan dan telah memperoleh kemenangan
sebagai juara II pada malam ini,” ujarnya.
Tak lupa HM Sani juga
menyampaikan selamat kepada Kabupaten Karimun yang telah berhasil memperoleh
gelar juara umum pada ajang MTQ tahun ini. Sebelumnya pada MTQ 2 tahun yang
lalu, Kabupaten Karimun juga berhasil mendapatkan prestasi yang sama.
HM Sani berharap, kemenangan yang
diraih Kabupaten Karimun sebagai juara umum dapat mewarnai kehidupan masyarakat
dengan Qur’ani. Dengan pelaksanaan MTQ ini, setiap 2 tahun sekali, Gubernur
Kepri berharap masyarakat Kepri dalam memahami dan mengimplementasikan Al-Quran
dalam kehidupan sehari-hari, agar selamat di dunia dan akhirat.
Sementara itu, Bupati Bintan, Ansar
Ahmad yang bertindak sebagai panitia MTQ, juga mengungkapkan terima kasih yang
sedalam-dalamnya terhadap semua pihak yang telah mendukung penyelenggarakan MTQ
sejak tanggal 13 Mei hingga 21 Mei 2012.
Dalam esempatan tersebut, Ansar
Ahmad juga melaporkan kepada Gubernur HM Sani, bahwa semua peserta pertandingan
dari awal sampai akhir pertandingan dalam kondisi yang sehat wal’afiat. “Tadi
pagi, Khafilah dan Dewan Hakim baru saja melaksanakan paket wisata ke Lagoi,
dimana event ini bertujuan untuk memperkenalkan Bintan lebih luas lagi,”
katanya.
Ansar Ahmad juga mengucapkan
terima kasih kepada masyarakat Bintan yang telah meramaikan Bazar dan MTQ, dan
pelaksanaan lomba Lasqi yang telah berlangsung pada pagi hari menjelang
penutupan malam harinya.
“Semoga lomba MTQ ini dapat
menghasilkan dan meningkatkan kualitas qori-qoriah, hafiz-hafizah yang memahami
Al-Quran. Dan semoga Provinsi Kepri dapat memperoleh prestasi terbaik di Ambon
nanti,” harap Ansar Ahmad. (edios)
Bupati Deli Serdang Lepas 19 Tenaga Keperawatan ke Jepang
DELI TUA, KSD
Bupati
Deli Serdang, Drs H Amri Tambunan melepas 19 tenaga keperawatan (kangosi)
dan asisten perawat (kaigo fuku shi shi ) yang lolos seleksi untuk bekerja di
Jepang, yang ditandai dengan penepung tawaran di aula Deli Husada
Deli Tua, dalam rangkaian acara Perayaan Paskah Dies Natalis dan
peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Yosef
Bonaventura Deli Tua.
Acara
yang penuh dengan rasa kekeluargaan dan kebersamaan ini dihadiri anggota
DPRD Deli Serdang, Riky Nelson Barus, Asisten I Setdakab, H Syafrullah, SSos,
MAP, Kadis Infokom, Drs. Neken Ketaren, Kadis
Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs. Josia Gurusinga dan sejumlah pejabat pemkab,
Ketua Yayasan Sembiring Deli Tua, Drs. Johannes Sembiring, MPd,
Fastor Elias Sembiring OFM Conv, Camat Deli Tua, Drs. Edy Yusuf, MSi
beserta Muspika dan para orang tua civitas akademika.
Ketua Yayasan
Rumah Sakit Sembiring, yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES)
Deli Husada, Drs. Johannes Sembiring, MPD, yang didampingi Ketua STIKES
Medistra Lubuk Pakam, Drs. David Ginting, MPd menjelaskan, bahwa ke
19 lulusan STIKES Deli Husada dan STIKES Medistra yang akan bekerja
sebagai tenaga keperawatan dan asisten perawat di Jepang memiliki kontrak
selama 2 tahun.
Dikatakannya,
tenaga keperawatan dan asisten keperawatan yang sudah bekerja di
Jepang berasal dari Deli Serdang sebanyak 70 orang. “Mereka masih
terus memperpanjang kontraknya. Selain mereka menimba pengalaman dan
pengetahuan yang bertaraf internasional, juga mendapat imbalan gaji yang
lumayan besar, yakni sebesar 19 juta perbulan. Sehingga sangat mendukung
bagi kesejahteraan keluarga mereka. Kita berharap nantinya kembali ketanah air
dengan membawa bekal yang cukup membanggakan,” ujarnya.
Sementara
itu, Ketua Pembangunan Sekolah Tinggi Pastoral, Riky Nelson Barus menjelaskan,
bahwa Kampus STP selama ini masih berstatus menumpang. “Kami berharap, dengan
peletakan batu pertama ini akan bergerak cepat, karena melihat
tingginya partisipasi berbagai elemen, termasuk pemkab sendiri,
tentu dalam waktu dekat akan bisa ditempati. Kita berharap, tamatan STP
ini menjadi tokoh-tokoh yang Pancasilais dan dapat bergandengan tangan bersama
pemerintah dalam upaya percepatan pembangunan,” jelasnya.
Bupati
Deli Serdang, Drs. H. Amri Tambunan dalam kesempatan tersebut menyampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan
partisipasinya dalam membangun dunia pendidikan di Deli Serdang, yang
memang sejalan dengan prioritas pembangunan, yaitu pembangunan di bidang
pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Pemkab mengapresiasi seluruh upaya ini.
Tentu pemerintah akan siap selalu membantu bila masyarakat sudah
menunjukkan partisipasinya.
“Kita
memang masih perlu SDM yang memiliki ilmu pengetahuan dan
teknologi yang dibarengi dengan iman dan taqwa, untuk dapat mengelola kekayaan
alam yang melimpah ruah ini. Karenanya, kepada Kangosi dan Kaigofuku Shishi
yang bekerja di Jepang, supaya benar-benar menimba pengalaman dan
pengetahuan yang bertarap internasional itu. Kelak harus kembali
dengan penuh kebanggaan dan tekad yang kuat, mampu tampil
sebagai tenaga kesehatan yang handal. Selamat jalan anak-anakku, sampai
jumpa kembali,” kata bupati. (roslaini)
KKN Gaya Baru Ala LPSE Oleh: Anggiat S
Usaha pemerintah untuk
mempersempit ruang terjadinya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) khususnya
dalam hal pengadaan barang dan jasa pemerintah, melalui Peraturan Presiden
(Perpres) 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, pemerintah
memberlakukan sebuah kebijakan dengan metode LPSE.
Secara umum, metode LPSE
merupakan satu langkah maju dalam pelaksanaan pelelangan Barang dan Jasa Pemerintahan.
Sebab, selain bermanfaat untuk meminimalisir terjadinya KKN, metode ini ‘memaksa’
seluruh rekanan maupun perangkat pemerintahan untuk mengerti dan memahami ilmu
tehnologi.
Akan tetapi, satu hal yang
menjadi ganjalan dan problematika seiring diberlakukannya perangkat LPSE, dalam pelaksanaan pelelangan barang dan jasa,
pemerintah sedianya sudah mempersiapkan diri maupun perangkat ataupun sarana
prasarana, untuk mendukung terlaksananya metode LPSE dengan baik dan sempurna.
Sebab, hingga tahun ke dua
semenjak diberlakukannya metode LPSE di Indonesia, khususnya DKI Jakarta,
permasalahan demi permasalahan masih saja terjadi. Hal ini menimbulkan keraguan
masyarakat, khususnya rekanan, media massa maupun Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM), akan kesiapan pemerintah dalam penerapan LPSE. Bahkan LPSE kini dituding
sebagai langkah pemerintah untuk menciptakan KKN gaya baru.
Tudingan tersebut bukan tanpa
alasan yang memadai. Faktanya, hingga saat ini, masih sangat banyak masyarakat
yang belum memahami dan sama sekali tidak mengerti, dalam metode LPSE, siapa
sesungguhnya yang menentukan pemenang lelang? Dan siapa sesungguhnya pihak yang
melakukan evaluasi? Dan apa fungsi?
Jika benar tujuan LPSE untuk
mempersempit ruang terjadinya korupsi di Indonesia, seharusnya segala urusan
yang berhubungan dengan pelaksanaan pelelangan proyek, semua diserahkan kepada
pihak LPSE. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi adalah, bahwa yang menentukan
pemenang lelang masih dibawah kendali unit kerja yang bersangkutan.
Demikian juga dalam hal evaluasi.
Pekerjaan ini masih dilakukan oleh unit kerja yang melelangkan kegiatan proyek.
Dalam hal ini, tugas dan fungsi LPSE adalah hanya penerima berkas-berkas
ataupun dokumen tender dan hanya pihak yang mengumumkan.
Kini timbul pertanyaan, dimana
sesungguhnya letak mempersempit ruang terjadinya KKN tersebut? Jawaban dari
pertanyaan tersebut sesungguhnya adalah ‘tidak ada’. Hanya saja, dengan metode
LPSE, rekanan tidak lagi antri dan membludak dalam satu unit ketika akan
melakukan pendaftaran ataupun ketika memasukkan berkas-berkas ataupun dokumen
penawaran, dimana timbul kekhawatiran akan lebih memudahkan pihak rekanan
bertatap muka dengan unit penyedia pekerjaan dan melakukan lobi-lobi proyek.
Dalam kaitan ini, metode LPSE
sesungguhnya hanya berfungsi dan berguna untuk mempersempit ruang gerak
pertemuan dan tatap muka antara banyak rekanan dengan pihak penyedia kegiatan.
Dengan kata lain, metode LPSE ini sesungguhnya merupakan sebuah ‘warna’ KKN
yang berbeda dari pelaksanaan pelelangan secara manual, dimana pelaksanaan KKN terjadi
secara gambling dan transparan. Kini dengan LPSE, terjadinya KKN terjadi lebih rapih
dan lebih tertutup.
Salah satu gambaran bagaimanan
terjadinya KKN gaya baru ala LPSE ini, dimana dalam pelaksanaan pelelangan di
beberapa unit kerja Pemprov DKI Jakarta, perusahaan yang tidak terdapat dalam
peserta pelelangan tetapi keluar sebagai pemenang lelang. Ini sebuah
kekonyolan.
Uniknya lagi, aparat penegak
hukum, dalam hal ini pihak penyidik kejaksaan, agaknya juga tidak dipersiapkan
dalam mengantisipasi perkembangan tehnologi yang dirancang pemerintah ini, yang
mengakibatkan, apabila terjadi permasalahan, aparat kejaksaan tidak ‘mampu’
untuk memeriksa, karena memang tidak dibekali ilmu LPSE.
LPSE yang dirancang sebagai
‘dewa’ penyelamat KKN di Indonesia kini telah dijadikan sebagai kambing hitam untuk
suksesi terjadinya KKN dengan gaya yang lebih sistematis dimana hanya
melibatkan orang-orang atau rekanan berduit dengan pihak pemerintah.
Sementara itu, rekanan yang hanya
mengandalkan modal kecil dan tidak mampu ‘menyuap’ pejabat, kini hanya sebagai
penonton dan berharap adanya proyek kecil sisa-sisa dari para pengusaha besar
yang bisa dikerjakan. ****
Pungli Rakernas BPN-RI Dilaporkan ke KPK
JAKARTA, KSD
Dugaan terjadinya tindakan pungutan liar (pungli) dalam Pelaksanaan Rapat
Kerja Nasional (Rakernas) Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN-RI)
di Hotel Mercure, Ancol Jakarta Utara, kini memasuki
babak baru.
Untuk menindaklanjuti dugaan
terjadinya pungli dalam pelaksanaan Rakernas tersebut, Koran Suara Deras telah
menyurati Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan No.
018/Red-KSD/V/2012 tertanggal 23 Mei 2012 yang
diterima Reni, staf KPK, meminta tanggapan atas adanya dugaan pungli tersebut.
Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia
(BPN-RI) dibawah kepemimpinan Joyo
Winoto, tidak pernah berhenti dari
berbagai pemberitaan miring. Berita teranyar, pejabat BPN-RI ini diduga telah
melakukan tindakan korupsi dalam pelaksanaan Rakernas BPN-RI di Hotel Mercure
Ancol, Jakarta Utara beberapa waktu
lalu.
Data
dan informasi yang layak dipercaya kepada Koran Suara Deras
menuturkan, bahwa setiap peserta Rakernas BPN-RI tersebut dipungut biaya
sebesar Rp 3.500.000 (tiga juta lima ratus ribu rupiah-red) yang bertujuan untuk keperluan peserta Rakernas.
Secara matematis, dalam pelaksanaan Rakernas
tersebut, pejabat BPN-RI diduga telah berhasil ‘mengkorupsi’ dana sebesar Rp
2.800.000.000 (Rp 3.500.000 x 800 orang). Padahal, angaran untuk keperluan
pelaksanaan Rakernas BPN-RI tersebut sudah teralokasikan dalam anggaran BPN-RI
tahun 2012.
Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pertanahan
Nasional (BPN) RI yang dikonfirmasi Koran Suara Deras melalui pesan
singkat (SMS-red) terkait dugaan adanya pungli dalam pelaksanaan Rakernas
tersebut menuturkan, bahwa tidak ada korupsi dalam pelaksanaan Rakernas itu.
“Cek ibu Herliani. Tidak ada korupsi disitu.
Biaya akomodasi masing-masing peserta selama raker, ditanggung oleh peserta,
karena pusat tidak menanggung daerah. Biaya daerah dibebankan pada DIPA
masing-masing,” kata Managam dalam pesan singkatnya menjawab Koran
Suara Deras.
Sepertinya
Managam Manurung tidak
menyadari, bahwa dalam kertas kerja RKA-KL Rincian Belanja Satuan Kerja
Tahun Anggaran 2012 pada Kementerian/lembaga Badan Pertanahan Nasional, Unit Organisasi
Badan Pertanahan Nasional, Program Dukungan Manajemen dan pelaksanaan Tugas
Teknis Lainnya BPN, terdapat anggaran untuk Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional
BPN RI tahun 2012/Rapat Pimpinan 2012 dengan kode 2967.002.007019 sebesar Rp
1.716.885.000.
Beberapa pejabat BPN-RI peserta Rakernas di Hotel
Mercure Ancol yang berhasil dimintai keterangan oleh Wartawan Koran
Suara Deras mengaku keberatan dengan adanya pungutan uang, yang konon katanya untuk keperluan Rakernas
BPN RI tersebut.
“Saya
sesungguhnya merasa keberatan dengan adanya pungutan tersebut. Berapa sih gaji seorang Kakanwil BPN? Kalau
saya harus membayarkan Rp 3.500.000 untuk keperluan Rakernas itu, habislah gaji
saya satu bulan. Apa saya harus korupsi untuk menutupinya?” kata salah seorang
pejabat BPN dari daerah yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menanggapi adanya pungli pada pelaksanaan
Rakernas BPN-RI di Hotel Mercure Ancol tersebut, Ketua Umum LSM
DERAS, Maruli Siahaan mengungkapkan rasa herannya atas tindakan
petinggi BPN RI tersebut.
“Kalau Managam Manurung mengatakan tidak ada
korupsi dalam pelaksanaan Rakernas BPN RI di Hotel Mercure Ancol, lalu untuk
apa uang sebesar Rp 3.500.000 per perserta yang dipungut dalam Rakernas itu?”
tanya Maruli heran.
Ditambahkan Maruli, dalam DIPA BPN RI Pusat
secara jelas menunjukkan, bahwa anggaran untuk pelaksanaan Rakernas BPN RI
tersebut ada. “Di dalam DIPA BPN Pusat anggaran untuk Rakernas itu sudah dianggarkan.
Sekarang pertanyaan saya, kalau seperti yang disebutkan Managam Manurung, bahwa
biaya akomodasi masing-masing peserta selama raker ditanggung peserta, jadi
anggaran yang terdapat dalam DIPA sebesar RP 1.716.885.000 untuk apa?” tanya
Maruli kembali.
Maruli Siahaan menambahkan, untuk mengusut telah
terjadinya ‘pungli’ dalam pelaksanaan Rakernas BPN-RI di Hotel Mercure Ancol,
Jakarta Utara, LSM DERAS telah menindaklanjutinya secara aturan hukum.
“Untuk mengusut, apakah dalam pelaksanaan
Rekernas BPN-RI tersebut ada korupsi atau tidak, saya akan membuat laporan secara
resmi ke KPK untuk menyerahkan bukti-bukti yang ada, termasuk SMS Managam
Manurung, yang menyebutkan tidak ada korupsi dalam Rakernas tersebut. Masalahnya,
jika uang senilai Rp. 3.500.000 diperoleh para peserta dari uang apa ? Apakah
dari gajinya ? Tentu terjadi KKN dalam melayani masyarakat pemohon Sertifikat
bukan ? Kasus seperti ini tentu merupakan ujian kepada Ketua KPK, Abraham
Samad, apakah beliau memiliki kredibilitas dan kemampuan sebagai pimpinan KPK
atau tidak,” kata Maruli, sambil menunjukkan tanda bukti laporan ke KPK. (001/as/tim-ksd).
Langganan:
Postingan (Atom)
SELAMAT MEMBACA BERITA
- 08/28 - 09/04 (2)
- 09/04 - 09/11 (2)
- 10/30 - 11/06 (12)
- 11/06 - 11/13 (1)
- 11/13 - 11/20 (2)
- 11/20 - 11/27 (2)
- 11/27 - 12/04 (3)
- 12/11 - 12/18 (2)
- 12/18 - 12/25 (1)
- 01/08 - 01/15 (1)
- 04/22 - 04/29 (1)
- 04/29 - 05/06 (4)
- 05/13 - 05/20 (12)
- 05/20 - 05/27 (3)
- 05/27 - 06/03 (6)
- 11/04 - 11/11 (1)