Kamis, 17 Mei 2012
Pembantu Asisten Staf Khusus Presiden Tinjau Program Pro Rakyat
ROTE NDAO, KSD
Pembantu Asisten Staff Khusus Presiden RI, Khusnul Khotimah dan M. Khusen Yusuf, melakukan peninjauan program pro rakyat, yaitu Pelayanan Publik dan Pembangunan Nasional Maupun Daerah di Kota Kupang dan Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Disela-sela kunjungannya di Kabupaten Rote Ndao, Staf Khusus Presiden ini menjaring aspirasi masyarakat dan melakukan pemantauan tentang proyek yang di danai Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah sendiri.
Dalam kunjungannya, Staf Khusus Presiden didampingi Sekretaris Raskin Perum Bulog Divisi Regional Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yusak Kana, Kabid Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) Kabupaten Rote Ndao, Dahlan Djainadi, dan Sony.Zacharya, Staf Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rote Ndao, Arkipus Nalle, S.Pd.
Camat Rote Barat Daya saat bertatap muka dengan Staf Khusus Pembantu Asisten Presiden mewakili warga kecamatan RBD, menyatakan, bahwa masyarakat di desa tersebut sangat berterima kasih dengan kehadiran Staf Khusus Pembantu Asisten Presiden tersebut, karena warganya bisa menyampaikan aspirasinya langsung kepada pihak yang tepat untuk melayani pengaduannya.
Profil PNPM dan realisasi raskin, lanjut Camat Rote Barat Daya sudah terbilang “briliant”. Namun beberapa keluhan masyarakat, seperti rumah layak huni, embung-embung dan saluran irigasi diusulkan untuk menjadi catatan khusus untuk menjadi prioritas dari pemerintah.
Sementara itu, Adrianus Sula Pah, Koordinator Kelompok Tani Fela Ute, Desa Oebela, Kecamatan Rote Barat Laut menjelaskan, bahwa setelah masuknya program PNPM di desa tersebut, masyarakat menilai bahwa proyek tersebut sangatlah merakyat, karena benar-benar menyentuh masyarakat dan melibatkan masyarakat dalam proses tender, sehingga cara pekerjaannya pun sangat teliti.
Dijelaskannya, contoh proyek PNPM yang sangat membantu warga, seperti tersedianya pagar batu di lokasi pertanian Fela Ute, yang dimobilisasi oleh pihak PNPM dengan panjang 2.795 meter dan luas 96 Ha, dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 92 kepala keluarga yang berasal dari tiga desa, yakni Desa Boni, Lidor dan Oebela.
Namun, lanjutnya, lokasi pertanian tersebut masih mengaharapkan air tadah hujan, sehingga warga mengusulkan agar PNPM juga membantu pekerjaan irigasi yang sudah diusulkan.
Terkait bantuan raskin, proyek PNPM dan Jaskesmas di desa tersebut, warga menjelaskan, bahwa proyek tersebut tidak bermasalah. Selain itu, warga mengaku merasa terbantu dengan adanya program pusat tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Pembantu Asisten Presiden menjelaskan, selain menjaring aspirasi masyarakat, tim menghimbau aspirasi masyarakat bisa disampaikan secara langsung kepada Presiden SBY Short Message (SMS) ke 9949 atau melalui surat PO.BOX 9949.
“Namun untuk diketahui, pengaduan tersebut akan di edit dan proses dulu melalui staf khusus baru dilaporkan ke Asisten Khusus untuk dilanjutkan ke Presiden,” ungkapnya. (tonifani/alleks)
SELAMAT MEMBACA BERITA
- 08/28 - 09/04 (2)
- 09/04 - 09/11 (2)
- 10/30 - 11/06 (12)
- 11/06 - 11/13 (1)
- 11/13 - 11/20 (2)
- 11/20 - 11/27 (2)
- 11/27 - 12/04 (3)
- 12/11 - 12/18 (2)
- 12/18 - 12/25 (1)
- 01/08 - 01/15 (1)
- 04/22 - 04/29 (1)
- 04/29 - 05/06 (4)
- 05/13 - 05/20 (12)
- 05/20 - 05/27 (3)
- 05/27 - 06/03 (6)
- 11/04 - 11/11 (1)