Kamis, 03 Mei 2012

Bung! Aku rindu tajam penamu!

Bung! Aku rindu tajam penamu! Pena yang menghentakkan, menohok feodalisme budayamu! Aku geram membaca karyamu! Aku kangen dengan tulisanmu, mengobrak-abrik historis-budayamu Ceritamu, menginspirasi banyak orang untuk menulis tentangmu tak terkecuali aku! Bung! Ingatkah kau mengajarkan padaku tentang keberanian! Keberanian untuk mengungkapkan kebenaran! Keberanian untuk berujar atas diskriminasi dan miskinnya sebuah negeri! Keberanian untuk bersuara bagi mereka yang bisu Keberanian yang dipupuk setiap pagi Keberanian yang tak datang dari langit! Bung! Aku tahu karena penamu, tulisanmu dan bukumu Membuat penguasa terusik dan menyambutnya dengan jeruji besi Tak ada karpet merah dari sastrawan macammu di negeri ini Karena pikiranmu telah mengusik nyaman kursi empuk penguasa Karena kau mengabdi pada pikiranmu Karena seorang diri bersuara menurut kata hatimu! Bung! Ingkatkah? bunyi mesin ketikmu Setiap kali merongrong jiwamu Bunyi itu mengugah hatimu Bersuara untuk sebuah negeri! Realitas sosialmu Realitas dimatamu Bung! Kau inspirasiku..

Pengikut