Petugas Perusahaan Penerbangan PT.
Lion Air
“Bunuh
Penumpang”.
Jakarta, KSD
Kaget sekaligus miris mendengar sebuah
keluarga bernama Marselinus
Mau umur 27 tahun dan istrinya bernama Serafina Antariksa S
Seran meninggal dunia akibat ulah petugas bagaikan algojo peliharaan
perusahaan penerbangan pesawat Lion Air.
Menurut
keterangan sebuah sumber, kepada Wartawan KORA SUARA DERAS mengatakan, Sangat memprihatinkan, kejadian itu belum lama ini, luput dari
pengawasan sorotan publik. Nasib tragis menimpa dua orang pasangan suami istri penumpang
pesawat Lion Air, tujuan penerbangan Jakarta Kupang dengan nomor penerbangan
JT 692 menerima ajal karena dipaksa turun dari pesawat Liaon Air.
Dikatakan
sumber, “jika
sebelumnya pihak penerbangan pesawat Lion Air menerima Marselinus Mau, dan istrinya
bernama Serafina Antariksa S Seran, adalah diperbolehkan naik ke pesawat, dan sesuai tiket,
mereka duduk dengan bersebelahan, mulanya tidak
ada masalah.
Namun lanjut
sumber, sambil menunggu pesawat berangkat, entah apa
penyebabnya, tiba-tiba ada petugas menghapiri mereka, seketika tanpa basa-basi,
tampak si petugas menghubungi petugas Lion Air lainnya, dan seketika muncul ada
4 orang lebih dengan badannya tegap dan bertubuh besar , langsung menghampiri pasangan suami istri itu.
Dijelaskan
sumber,
Marselinus Mau, sekilas memang
kelihatannya sedang
kurang sehat, lalu kemudian pasangan
suami istri itu dipaksa untuk dari pesawat.
Agaknya istri saudara Marsel Mau yang bernama Serafina
Antariksa S Seran sempat mempertahankan
tidak mau turun dari pesawat Lion Air, karena memang pesawat sebentar lagi lepas landas penerbangan dari Jakarta menuju Kupang.
Dalam pada
itu, kondisi perempuan dengan suaminya
yang kurang sehat itu, tidak ada daya menolak petugas karena telah dipaksa
turun, apalagi tangan mereka diseret petugas,
ya mungkin karena kaget dan penyakit jantung, akhirnya mereka meninggal dunia. Kejadian tertanggal
09-02-2011 pasangan suami istri ini ingin pulang kampung, imbuh
sumber.
Namun yang sangat menyakitkan lagi
para algojo pihak perusahaan penerbangan Lion Air bertindak tidak manusiawi
dengan memaksa turun hingga menarik dengan kasar sampai menyeret istrinya si perempuan. Suaminya yang lagi kurang
sehat itu juga diseret, sehingga penumpang Lion Air saudara Marselinus Mau langsung sok, sempat dilarikan ke poliklinik TIA Bandara Soekarno Hatta, untuk memperoleh pertolongan perawatan dan
pengobatan.
Namun, bukan kesehatan yang diperoleh Marselinus Mau, malah
sebaliknya nyawanya justru melayang menerima ajal, tidak tertolong lagi.
Atas kejadian
itu, istri
almarhum mengalami trauma dan sok, apalagi yang akhirnya pihak perusahaan penerbangan toh harus mengangkut
kembali jenasa
almarhum ke Kupang dengan pesawat baru Lion Air juga, dengan nomor penerbangannya JT 692.
Akan tetapi,
dalam kasus ini ada yang perlu diungkap, karena istri almarhum disuruh dan dipaksa pihak Lion Air agar
membuatkan surat pernyataan tidak bersedia untuk fisum dalam terhadap jasad
almarhum suaminya yang
meninggal dikantor klinik Kesehatan terminal IA Bandara Soekarno Hatta, berikut
dipaksa tidak
akan menuntut pihak manapun kelak dikemudian hari atas meninggalnya Almarhum suaminya.
Peristiwa ini
diceritakan Igusti
Saputra sebagai saksi ketika dijumpai
Wartawan KORAN SARA DERAS dikediamannya.
Atas kejadian
ini, pihak Lion Air ketika ingin dikonfirmasi di Kantor Pusat PT.Lion Air, sangat
disayangkan dengan nada tidak bersahabat, petugas Keamanan (Satpam) tidak
memperbolehkan Wartawan naik ke gedung kantor tersebut. (Alexander Kali/ksd)