Senin, 21 November 2011


Petugas Perusahaan Penerbangan PT. Lion Air
“Bunuh Penumpang”.


Jakarta, KSD
Kaget sekaligus miris mendengar sebuah keluarga bernama Marselinus Mau umur 27 tahun dan istrinya bernama Serafina Antariksa  S Seran meninggal dunia akibat ulah petugas bagaikan algojo peliharaan perusahaan penerbangan pesawat Lion Air.

Menurut keterangan sebuah sumber, kepada Wartawan KORA SUARA DERAS mengatakan, Sangat memprihatinkan, kejadian itu belum lama ini, luput dari pengawasan sorotan publik. Nasib tragis menimpa dua orang pasangan suami istri penumpang pesawat Lion Air, tujuan penerbangan Jakarta Kupang dengan nomor penerbangan JT 692 menerima ajal  karena dipaksa  turun dari  pesawat Liaon Air.

Dikatakan sumber, “jika sebelumnya pihak penerbangan pesawat Lion Air menerima Marselinus Mau,  dan  istrinya  bernama Serafina Antariksa  S Seran, adalah diperbolehkan naik ke pesawat, dan sesuai tiket, mereka duduk dengan bersebelahan, mulanya tidak ada masalah.

Namun lanjut sumber,  sambil menunggu pesawat berangkat, entah apa penyebabnya, tiba-tiba  ada petugas menghapiri mereka, seketika tanpa basa-basi, tampak si petugas menghubungi petugas Lion Air lainnya, dan seketika muncul ada 4 orang lebih dengan  badannya tegap dan bertubuh besar , langsung menghampiri pasangan suami istri itu.

Dijelaskan sumber, Marselinus Mau, sekilas memang kelihatannya sedang kurang sehat, lalu kemudian  pasangan suami istri itu dipaksa untuk  dari pesawat.

Agaknya  istri saudara Marsel Mau yang bernama Serafina Antariksa  S Seran sempat mempertahankan tidak mau turun dari pesawat Lion Air, karena memang  pesawat sebentar lagi lepas landas  penerbangan dari  Jakarta menuju Kupang.
Dalam pada itu, kondisi  perempuan dengan suaminya yang kurang sehat itu, tidak ada daya menolak petugas karena telah dipaksa turun, apalagi tangan mereka  diseret petugas, ya mungkin karena kaget dan penyakit jantung, akhirnya mereka meninggal dunia. Kejadian tertanggal 09-02-2011 pasangan suami istri ini ingin pulang kampung, imbuh sumber.
Namun yang sangat menyakitkan lagi para algojo pihak perusahaan penerbangan Lion Air bertindak tidak manusiawi dengan memaksa turun hingga menarik dengan kasar sampai menyeret istrinya si perempuan. Suaminya yang lagi kurang sehat itu juga diseret, sehingga penumpang Lion Air saudara Marselinus Mau langsung sok, sempat dilarikan  ke poliklinik TIA Bandara Soekarno Hatta, untuk memperoleh pertolongan perawatan dan pengobatan.
Namun, bukan kesehatan yang diperoleh Marselinus Mau, malah sebaliknya nyawanya justru melayang menerima ajal, tidak tertolong lagi.
Atas kejadian itu, istri almarhum mengalami trauma dan sok, apalagi yang akhirnya pihak perusahaan penerbangan toh harus mengangkut kembali jenasa almarhum ke Kupang dengan pesawat baru Lion Air juga, dengan nomor penerbangannya JT 692.

Akan tetapi, dalam kasus ini ada yang perlu diungkap, karena  istri almarhum disuruh dan dipaksa pihak Lion Air agar membuatkan surat pernyataan tidak bersedia untuk fisum dalam terhadap jasad almarhum suaminya yang meninggal dikantor klinik Kesehatan terminal IA Bandara Soekarno Hatta, berikut dipaksa tidak akan menuntut pihak manapun kelak dikemudian hari atas meninggalnya Almarhum suaminya.
Peristiwa ini diceritakan Igusti Saputra   sebagai saksi   ketika dijumpai Wartawan KORAN SARA DERAS dikediamannya. 
Atas kejadian ini, pihak Lion Air ketika ingin dikonfirmasi di Kantor Pusat PT.Lion Air, sangat disayangkan dengan nada tidak bersahabat, petugas Keamanan (Satpam) tidak memperbolehkan Wartawan naik ke gedung kantor tersebut. (Alexander Kali/ksd)

Pengikut