Sabtu, 17 Desember 2011

  GAPEKSINDO TUNTUT 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta Deded Sukandar

 
Jakarta, KSD
DPD Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) DKI Jakarta menuntut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta Deded Sukandar, untuk melakukan klarifikasi terkait temuan dugaan kecurangan dalam proses lelang pembangunan Asrama Balai Latihan Kerja Daerah (BLKD) Kota Jakarta Timur dengan nilai proyek Rp 14 miliar. Pemenang lelang proyek itu sendiri adalah PT Rhino Perkasa yang memiliki grade 6.
Sebelum lelang dimulai kami memang sudah mencium adanya dugaan kecurangan. Panitia lelang telah menabrak Perpres No 54 Tahun 2010tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Panitia juga kuat dugaan telah mengatur perusahaan pemenang, sebelum proses lelang dilaksanakan. "Untuk itulah, kami mendesak Kepala Disnakertrans memberikan penjelasan dan mengambil tindakan tegas terhadap anak buahnya," kata Sekretaris Umum DPD Gapeksindo DKI Jakarta Ir Mar-din Zendrato kepada wartawan di Ruko Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Selasa (23/8).
Mardin menjelaskan, dugaan pelanggaran lainnya yang dilakukan panitia lelang adalah, penggunaan grade yang dikeluarkan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN). Peraturan LPJKN itu justru dimanfaatkan pa-nitia lelang dengan menetapkan satu grade saja dalam proses lelang, ujar Mardin.
Menurut dia, Seharusnya menurut Perpres No 54 Tahun 2010, lelang Asrama BLKD Kota Jakarta Tmur itu adalah jenis pekerjaan non kecil, sehingga dapat diikuti perusahaan dengan kualifikasi grade 5,6, dan 7. Se- mentara peraturan LPJKN dapat diikuti grade 6 dan 7.
Namun dalam berita acara anwzing, panitia hanya memperbolehkan perusahaan grade 6 saja yang berhak mendaftar. Namun dari data yang diperoleh wartawan, terdapat 4 perusahaan grade 7 ikut mendaftar. Perusahaan tersebut adalah, PT Sumber Batu, PT Leo Tunggal, PT Bangun Bumi Persada dan PT
Himindo Citra Mandiri. Sementara PT Rhino Perkasa menjadi satu-satunya pendaftar yang memiliki kualifikasi grade 6. PT Rhino Perkasa akhirnya dimenangkan panitia.
Ada apa dengan proses lelang tersebut? Panitia lelang sepertinya sengaja membiarkan empat perusahaan dengan grade 7 ikut mendaftar hanya untuk akal-akalan semata, ujar Mardin.
Menurutnya, dengan dugaan pelanggaran-pelanggaran tersebut, panitia lelang jelas telah mengabaikan e-procurement. Panitia lelang sepertinya sangat berkuasa dan otoriter dalam melaksanakan tugasnya yang berdampak pada persaingan tidak sehat di antara perusahaan konstruksi, katanya.

Pengikut