GAPEKSINDO TUNTUT
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta Deded Sukandar
Jakarta, KSD
DPD Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo)
DKI Jakarta menuntut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Disnakertrans) DKI Jakarta Deded Sukandar, untuk melakukan klarifikasi
terkait temuan dugaan kecurangan dalam proses lelang pembangunan Asrama
Balai Latihan Kerja Daerah (BLKD) Kota Jakarta Timur dengan nilai
proyek Rp 14 miliar. Pemenang lelang proyek itu sendiri adalah PT Rhino
Perkasa yang memiliki grade 6.
Sebelum lelang dimulai kami memang sudah mencium adanya dugaan
kecurangan. Panitia lelang telah menabrak Perpres No 54 Tahun
2010tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Panitia juga kuat
dugaan telah mengatur perusahaan pemenang, sebelum proses lelang
dilaksanakan. "Untuk itulah, kami mendesak Kepala Disnakertrans
memberikan penjelasan dan mengambil tindakan tegas terhadap anak
buahnya," kata Sekretaris Umum DPD Gapeksindo DKI Jakarta Ir Mar-din
Zendrato kepada wartawan di Ruko Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Selasa
(23/8).
Mardin menjelaskan, dugaan pelanggaran lainnya yang dilakukan panitia
lelang adalah, penggunaan grade yang dikeluarkan Lembaga Pengembangan
Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN). Peraturan LPJKN itu justru
dimanfaatkan pa-nitia lelang dengan menetapkan satu grade saja dalam
proses lelang, ujar Mardin.
Menurut dia, Seharusnya menurut Perpres No 54 Tahun 2010, lelang
Asrama BLKD Kota Jakarta Tmur itu adalah jenis pekerjaan non kecil,
sehingga dapat diikuti perusahaan dengan kualifikasi grade 5,6, dan 7.
Se- mentara peraturan LPJKN dapat diikuti grade 6 dan 7.
Namun dalam berita acara anwzing, panitia hanya memperbolehkan
perusahaan grade 6 saja yang berhak mendaftar. Namun dari data yang
diperoleh wartawan, terdapat 4 perusahaan grade 7 ikut mendaftar.
Perusahaan tersebut adalah, PT Sumber Batu, PT Leo Tunggal, PT Bangun
Bumi Persada dan PT
Himindo Citra Mandiri. Sementara PT Rhino Perkasa menjadi
satu-satunya pendaftar yang memiliki kualifikasi grade 6. PT Rhino
Perkasa akhirnya dimenangkan panitia.
Ada apa dengan proses lelang tersebut? Panitia lelang sepertinya
sengaja membiarkan empat perusahaan dengan grade 7 ikut mendaftar hanya
untuk akal-akalan semata, ujar Mardin.
Menurutnya, dengan dugaan pelanggaran-pelanggaran tersebut, panitia
lelang jelas telah mengabaikan e-procurement. Panitia lelang sepertinya
sangat berkuasa dan otoriter dalam melaksanakan tugasnya yang berdampak
pada persaingan tidak sehat di antara perusahaan konstruksi, katanya.