Jumat, 04 November 2011

DPP GARDA TIPIKOR; DEMI MASA DEPAN NKRI UNTUK BEBAS DARI KORUPSI

IRJREN POL.(Purn) ARYANTO SUTADI, MH., M.Sc. HARUS JADI WAKIL KETUA KPK.
Pencalonan Ketua dan Wakil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segenap pengurus DPP, DPD,DPC,DPCR GARDA TIPIKOR yang ada di wilayah Indonesia, mendukung penuh IRJREN POL.(Purn) ARYANTO SUTADI, MH., M.Sc pada Pencalonan dirinya untuk duduk di KPK.
Atas nama seluruh pengurus GARDA TIPIKOR Indonesia, Ketua Umum Panca Dwikora Abah Soekarno dan Sekjen Marulitua Siahaan, berikrar dengan kata sepakat akan mendukung kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi, dan konsisten tetap proaktif hadir di lingkungan birokrasi melakukan monitoring, bertekat tetap memantau kinerja para oknum penyelenggara Negara, kali ada pelaku korupsi yang belum terungkap, mulai di tingkat pusat hingga daerah.
“ GARDA TIPIKOR BERJANJI mendukung penuh IRJREN POL.(Purn) ARYANTO SUTADI, MH., M.Sc, jika dipilih di Komisi III untuk duduk jadi Wakil Ketua KPK. “ Pasti kita akan mendukung beliau, Tapi kita lihat saja perkembangannya di Komisi III DPR-RI. Sebab, tinggal menunggu penetapan serta bagaimana kelayakan hasil propertesnya nanti, baru GARAD TIPIKOR DI INDONESIA akan mengadakan rapat mendadak dengan seluruh pengurus daerah. Mungkin dari kesimpulan pihak Komisi III DPR-RI yang akan kita jadikan barometer bentuk dukungan, mengenai sikap GARDA TIPIKOR mendukung siapa saja yang akan jadi Ketua KPK nantinya ”, ungkapnya baru-baru ini kepada JURNAL PATROLI NEWS.
Disinggung target apa saja yang bakal dilakukan GARDA TIPIKOR mendukung KPK memberantas Korupsi di Republik ini, Panca Dwikora Abaha Soekarno belum bisa menjelaskannya secara rinci, namun dikemukakannya. “ Dengan latar belakang Bapak Irjen.Pol.Aryanto, lahir di Gombong, Jawa Tengah, 10 Oktober 1951. Yang saat ini, ia masih tercatat sebagai Deputi Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI. Yang mana beliau jelas punya Fakta Integritas, adalah baik dari ;
Pendidikan:
- Akabari Bagian kepolisian (1977)
- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (1986)
- Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (1993)
- Sekolah Staf Komando Gabungan ABRI (1998)
- Master Sosiologi (2000)
- Kursus Reguler Lemhanas (2000)
- master Hukum Universitas Jayabaya Jakarta (2008)
Karir:
- Staf pada Komando Kepolisian Resort Bangkalan Madura, Jatim (1971-1973)
- Staf pada Komando Kepolisian Resort Temanggung, Jatim (1978-1984)
- Kabag Ren-Min Ops. Dit. Reserse Polda Metro Jaya (1986)
- Perwira Penghubung Protokol/Sespri Kapolri (1991)
- Kasat Reserse Ekonomi Polda Metro Jaya (1993)
- Staf Pribadi Kapolri (1996)
- Kepala Kepolisian Wilayah Malang, Jatim (1998)
- Direktur Reserse Pidana Tertentu Polri (2001)
- Direktur Reserse Pidana Umum Polri (2001)
- Direktur I Kejahatan Keamanan dan Trans-Nasional Bareskrim Polri (2002)
- Kapolda Sulawesi Tengah (2004)
- Direktur IV Narkoba dan Terorganisir Polri (2005)
- Staf Ahli Kapolri (2007)
- Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Budaya (2007)
- Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri (2007)
- PNS di BPN Polri
- Penasehat Ahli Kapolri Bidang Hukum (2009)
- Deputi Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI (2010 – sekarang).
Maka dengan alasan ini, GARDA TIPIKOR INDONESIA dalam 5 bulan terakhir sebelum beliau masuk mendaftar sebagai calon memimpin di KPK, baik itu Ketua atau Wakil sama saja, tetapi yang jelas kami dari Putra/putri Bangsa yang tergabung di payung GARDA TIPIKOR INDONESIA sangat punya alasannya, setiap penentuan target selalu dibicarakan terlebih dahulu sesuai mekanisme yang berlaku dikepengurusan GARDA TIPIKOR. “Kita itu asli bergabung di GARDA TIPIKOR INDONESIA dalah gabungan dari rekan-rekan Aktivis yang memahami mekanisme, dan punya sistem yang mapan.Makanya, kita lihat dulu seperti apa hasil dari Komisi III DPR-RI. Itu jadi pilihan kita sesuai hasil riset, tandas Ketua Umum DPP GARDA TIPIKOR INSONESIA yang juga Pimpinan pengasuh Koran JURNAL PATROLI NEWS.
Pernyataan sama disampaikan Sekjen GARDA TIPIKOR, Maruli Siahaan mengatakan, hasil pola piker kita adalah mengacu kepada penjelasan pak Ketua Umum, masalahnya bahkan public juga tahu, bahwa Bapak Kepala Negara SBY, mungkin saja jika menyadari posisi beliau Bapak Irjen.Pol.Aryanto adalah lebih tepat dilingkungan penegakan hukum, mengingat beliau sudah terlatih dibidang penyidikan berbagai penenganan kasus-kasus selama di Kepolisian, jadi tidaklah keliru, jika beliau di loloskan oleh pihak Komisi III DPR-RI, untuk menjadi pejabat di KPK. GARDA TIPIKOR yakin, beliau kurang memahami sengketa tanah, karena bukan bidangnya yang tepat. Jadi kalau di penyidikan, kita yakini memahami aturan UU dan Hukum sesuai yang diharapkan oleh DPR-RI selaku Wakil Rakyat. Dan sejak semula Panitia seleksi pimpinan KPK meloloskan sepuluh nama yang lolos tahapan seleksi profil assesment. Dari sepuluh nama hanya satu orang yang berasal dari unsur kepolisian. Dia adalah beliau Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi, MH., M.Sc.kita harapkan mengikuti semua tahapan aturan yang ditetapkan di DPR-RI dan Bapak Kepala Negara pak SBY, ungkapnya.

Pengikut